Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-14 07:43:59【Resep】109 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(29965)
Artikel Terkait
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Sudinsos Jaksel bagikan bantuan makanan untuk penyintas banjir
- Album Asia: Laos sambut Festival That Luang
- Dompet Dhuafa salurkan bantuan untuk warga Palestina di Yordania
- SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi
- Sukseskan MBG, Kementerian PANRB perkuat kelembagaan BGN
- Kareg SPPG Kepri catat delapan dapur MBG telah kantongi SLHS
- Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden
- Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG
- Sudinsos Jaksel bagikan bantuan makanan untuk penyintas banjir
Resep Populer
Rekomendasi

Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304

1.281 KK terdampak banjir yang menerjang dua desa di Lumajang

Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan

KEK Batang: Enam perusahaan berinvestasi Rp456,76 miliar

Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan

Segera Hadir, Terobosan Pengukuran Warna: HunterLab Agera L2

Sembilan tewas dan lima lainnya hilang akibat banjir di Vietnam tengah

Lewandowski dan Olmo bisa kembali perkuat Barcelona saat hadapi Elche